Bandung — Dalam rangka peningkatan akreditasi dan pengembangan akademik, Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo melaksanakan kunjungan akademik ke Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Selasa, 15 November 2022
Kunjungan ini bertujuan untuk berkonsultasi dan berbagi pengalaman terkait pengelolaan Pascasarjana, khususnya dalam pengembangan program studi, tata kelola akademik, serta strategi peningkatan mutu dan akreditasi. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo dalam memperkuat kualitas kelembagaan dan daya saing akademik di tingkat nasional.

Rombongan Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo disambut secara resmi oleh jajaran pimpinan Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Suasana pertemuan berlangsung dalam suasana akademik yang hangat dan dialogis, ditandai dengan diskusi intensif mengenai berbagai aspek pengelolaan Pascasarjana, mulai dari kurikulum, sistem penjaminan mutu internal, hingga penguatan budaya riset dan publikasi ilmiah.
Dalam pertemuan tersebut, Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung memaparkan pengalaman dan praktik baik (best practices) dalam mengelola program Pascasarjana yang unggul dan kompetitif. Sementara itu, pihak Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo menyampaikan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi akademik guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan pascasarjana.
Kunjungan akademik ini diharapkan dapat memberikan manfaat strategis bagi Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo, khususnya dalam:
- Penguatan tata kelola akademik Pascasarjana
- Pengembangan dan penataan program studi
- Peningkatan mutu pembelajaran dan penelitian
- Persiapan dan peningkatan akreditasi institusi dan program studi
Melalui kunjungan ini, Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo berharap dapat mengimplementasikan berbagai masukan dan praktik baik yang diperoleh dari Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai langkah nyata dalam mewujudkan Pascasarjana yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing.
